“TIRTAYATRA” DI PURA TAP SAI

Rabu, 10 Mei 2017

Pura Pemberi Kesuburan dan Penganugerahan

  

 

Melaksanakan tirta yatra didorong oleh sebuah keyakinan yang  mendalam, bahwa kegiatan spiritual ini dapat membersihkan jiwa dan raga, dan segala kekotoran serta beban jiwa serasa ringan. Atas keyakinan seperti itu umat berbondong-bondong  melakukan tirta yatra untuk sebuah kepuasan batiniah menghapus kekotoran jiwa dan pikiran, serta membawa kebijaksanaan lebih.

 

DIDASARI keyakinan seperti itu pula baru-baru karyawan-karyawati Badan Pendapatan Daerah Provinsi Bali melakukan perjalanan suci tirta yatra ke Pura Tap Sai yang berada di kaki Gunung Agung. Dikomandani Sekretaris Bapenda I Gusti Ngurah Agung Suparta, sedikitnya 70 orang karyawan-karyawati Bapenda Bali ikut serta dalam ritual keagamaan itu ke Pura di Kecamatan Rendang, Karangasem  itu.

Alam dan lokasi Pura yang berada di ketinggian hutan nan lebat, memberi suasana khusyuk sehingga membuat “pemedek” terasa nyaman dan tentram. Pemedek tatkala berserah ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa merasakan hal sangat menyejukkan batin.

Mengagumi keindahan Pura Tap Sai, terletak di madyaning (tengah) lereng Gunung Agung, Pura Tap Sai relatif masih minim didengar oleh kalangan umat Hindu di Bali. Dari nama pura, seolah Pura ini seperti kental dengan nuansa Tionghoanya. Ternyata, pemahaman tersebut sirna saat kita mengetahui asal-usul nama pura tersebut.

Pura Tap Sai merupakan pura yang dinamai dari kebiasaan bhakta (umat) yang tangkil (datang) ke Pura untuk meminta keselamatan dan penganugerahan. Tap Sai berasal dari kata matapa saisai (bertapa atau semedi setiap hari) meminta amertha. Jro Mangku Pura Tap Sai, Mangku Kariasa sendiri mengaku belum mengetahui secara persis kapan kemunculan Pura Tap Sai. Sejak kakek buyutnya pura tersebut sudah ada.

 Terang Jro Mangku, dari beberapa sumber utamanya dari Lontar Kuntara Bhuana Bangsul, dipaparkan Pura Tap Sai adalah pura yang terletak di kawasan lereng Gunung Toh Langkir atau Gunung Agung, tepatnya di puncak Bukit Jineng. Disebutkan ada tiga dewi yang berstana di Pura Tap Sai, yaitu Ida Dewi Saraswati, Ida Dewi Sri dan Ida Dewi Laksmi. Ketiganya disebut dengan Bhatara Rambut Sedana atau Tri Upa Sedana atau tiga dewi pemberi kesuburan dan penganugerahan.

Dalam manifestasinya, Bhatara Rambut Sedana menjelma menjadi Dewi Laksmi yaitu dewa dari sawah dan tegalan. Sementara dalam wujud dewi sandang, papan dan makanan, Bhatara Rambut Sedana bermanifestasi sebagai Dewi Sri. (aditara)