LEWAT PODIUM B3AS SOSIALISASIKAN PAJAK PROGRESIF

Selasa, 29 Nopember 2016

  


Mimbar “Bali Bebas Bicara Apa Saja” (PB3AS) setiap hari Minggu di Lapangan Margarana Renon  tak hanya menjadi media bagi publik (masyarakat) untuk menyampaikan opininya tentang apa saja. Mimbar ini juga menjadi media bagi pemerintah untuk menyampaikan program kerjanya. Tak ketinggalan Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali I Made Santha, SE, M.Si, Oktober lalu memaparkan tentang pajak progresif lewat forum PB3AS. Pajak progresif merupakan Program lanjutan yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali sejak 2014.

Pajak progresif merupakan tarif pemungutan pajak dengan persentase naik sesuai dengan semakin besarnya jumlah yang digunakan sebagai dasar pengenaan pajak, dengan kenaikan persentase untuk setiap jumlah tertentu. Dasar hukum pemberlakuan pajak progresif ini antara lain Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Subjek pajak progresif adalah masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor lebih dari satu unit didasarkan pada nama dan atau alamat yang sama sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Penentuan urutan kepemilikan berdasarkan tanggal pelunasan BBNKB dan atau surat pernyataan wajib pajak sesuai dengan formulir pendataan kendaraan bermotor.

Objek  pengenaan progresif dibagi atas 5 (lima) kelompok kendaraan yaitu  :

a.       kendaraan bermotor roda 2 (dua) fungsi pribadi di bawah 250 cc

b.      kendaraan bermotor roda 2 (dua) fungsi pribadi 250 cc ke atas

c.       kendaraan bermotor roda 3 (tiga) fungsi pribadi di bawah 250 cc

d.      kendaraan bermotor roda 3 (tiga) fungsi pribadi 250 cc ke atas

e.       kendaraan bermotor roda empat atau lebih fungsi pribadi

Proses awal sebelum membayarkan pajak progresif adalah melakukan pendataan progresif yaitu pendataan yang dilakukan terhadap kendaraan yang terkena objek pajak progresif didasarkan pada nama dan atau alamat yang sama, yang kemudian ditetapkan status kendaraannya untuk mengetahui urutan kepemilikannya.

PB3AS banyak mendapat atensi dari para pemangku kebijakan dan masyarakat. Made Santha mengajak masyarakat wajib pajak untuk mau dan sadar membayar pajak. Diungkapkan, saat ini pihak Dispenda Bali memiliki sejumlah program anyar yang telah di-launching baru-baru ini yaitu BUMdes Bersamsat mengikuti program sebelumnya yang juga telah berjalan setahun lebih yakni Samdes Beryadnya. (Aditara)