TIRTAYATRA KPN MERTA SEDANA

Rabu, 30 September 2015

DISPENDA PROVINSI BALI

MERUAK PENINGGALAN MAJAPAIT YANG TERSEMBUNYI

DI ALAS PURWO

  

Menghilangkan kepenatan rutinitas pelayanan kepada anggota dan masyarakat, KPN Merta Sedana melaksanakan kegiatan Tirtayatra ke Jawa Timur dengan mengunjungi Pura Agung Blambangan, pura hindu yang terbesar ke dua setelah Pura gunung Salak, Pura Agung Blambangan tersebut terbesar dibandingkan 92 buah pura lainnya yang ada di Banyuwangi yang telah diresmikan 28 juni 1980 silam tepatnya hari sabtu wuku Kuningan yang bertepatan dengan hari raya Kuningan. Pura blambangan ini terletak di desa tembok rejo kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi.  Pura ini sangatlah penting bagi umat hindu di indonesia, selain tempat bersejarah, pura ini juga adalah tempat suci yang disakralkan, yang datang rata-rata orang beragama hindu dari luar pulau jawa dan yang datang tidak  hanya sekedar berwisata religi, melainkan juga para turis asing yang ingin melihat keindahan struktur pura. Setelah melakukan persembahyangan bersama, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pura Agung Alas Purwo, Selama perjalanan rombongan dapat menikmati hamparan hijaunya pemandangan yang menakjubkan adalah sebuah kawasan hutan Taman Nasional, sepanjang perjalanan kanan dan kiri di tumbuhi oleh tumbuhan hutan belukar, juga perkebunan yang terkenal sangat mistis.

 

Terlintas dalam pikiran kita di ujung selatan alas purwo terdapat satu kawasan situs hindu peninggalan  Kerajaan Majapahit dan kerajaan era sebelumnya yang oleh masyarakat setempat lalu di bangun menjadi sebuah pura, tempat peribadatan umat hindu. Kawasan Pura Giri Selaka atau yang di sebut sebagai Pura Alas Purwo berada di kecamatan tegaldimo banyuwangi adalah sisa-sisa kekayaan budaya majapahit yang sempat di hancurkan oleh kerajaan demak. Secara tidak sengaja di temukan oleh masayarakat pada tahun 1967. Meski belum ada catatan resmi dalam prasasti, masyarakat mempercayai yang melinggih (bertahta) di situs alas purwo adalah empu bharadah, sosok yang menurut legenda mampu membelah sungai berantas dengan kesaktiannya, selanjutnya pasca penemuan masyarakat menjadi sangat yakin dengan kekuatan dan kesucian situs Alas Purwo tersebut.

Pura Alas Purwo menjadi Mascot Wisata religi Kabupaten Banyuwangi menjadi tujuan kujungan rombongan KPN Merta Sedana untuk lebih mengenal lebih dekat peninggalan leluhur dari Kerajaan Majapahit. Disini rombongan yang terdiri dari pengurus dan anggota 22 orang dari Koperasi Merta Sedana Dispenda Provinsi Bali yang di pimpin Drs. Ida Bagus Surya Manuaba, M.Si, di lain tempat mengatakan Tirta Yatra itu amat suci lebih dari sembahyang biasa karena tirta yatra di harapkan dapat membentuk para bhakta yang agamais, religious dengan semangat kebersamaan untuk menciptakan emosi spiritual yang tinggi menikmati kemegahan dan keagungan dari sang pencipta.(Aditara)